Rabu, 20 Maret 2019

Mimpi

Ada hal-hal aneh yang mengusik pikiranku belakangan ini
Ketika ku tertidur, kau selalu hadir di mimpiku
Mimpi itu terasa sangat nyata
Namun saat ku terbangun, aku menyadari bahwa itu semua hanyalah mimpi
Aku jadi bertanya-tanya,
Apakah kau merindukan aku?
Namun aku merasa hal itu tidak mungkin...
Di satu sisi aku merasa bahwa hal itu benar...
Dan apakah mungkin mimpi itu jadi kenyataan?
Entahlah
Namun yang jelas, aku senang
Dan terimakasih karena kau mau mampir di mimpiku.

Kamis, 20 September 2018

Sepi

Sepi ini terus meradang
Sepi ini terus mengurungku
Jiwa ini menangis
Hati ini menjerit
Namun tak ada yang melihatnya
Tak ada yang mendengarnya
Tak ada yang mengetahuinya
Aku tak sendirian, namun kesepian
Tak ada yang memperhatikan
Tak ada yang dapat memahami
Berjam-jam ku mainkan ponselku di kamar
Membuka media sosial, bermain game, mendengarkan musik
Namun itu semua tak mampu membunuh kesepian yang ku rasakan
Hari terus berlalu dan aku tetap kesepian
Hari berikutnya datang lagi seakan mau menertawakanku
Aku berkawan dengan sepi
Rasa sepi ini terus menemaniku

Lights

Cahaya.

Katanya, kita harus jadi cahaya.
Aku pun menjadi cahaya.

Namun sekarang, kurasa cahayaku sudah mulai pudar.
Bahkan aku takut cahayaku padam.

Apa yang harus ku lakukan ketika cahayaku padam...?

Karena cahaya seterang apapun suatu saat pasti bisa pudar, bahkan padam.

Sabtu, 21 April 2018

Sendiri

Di sini
Aku sendiri
Bermain dengan alam pikiranku
Menari dengan angan-anganku
Berjalan dengan imajinasiku
Berlari dengan harapanku
Kulepas tawa di udara
Ringan
Namun lega
Kulepas hal-hal yang mengikatku
Kuhempas kegelisahanku
Dan aku menyadari
Bahwa aku hanya sendiri di sini

Kamis, 21 September 2017

Merenung

Dikala langit malam terbentang luas di hadapanku
Pasukan bintang seakan menatapku
Bulan tampak tersenyum
Angin malam pun menyapaku sepoi-sepoi

Dikala itulah aku merenung
Tentang kehidupan ini
Yang penuh duka dan suka
Air mata dan juga tawa

Ah, andai saja
Ku dapat terbang ke langit
Dengan sayap awan
Walau hanya sebentar saja
Terbang tinggi di angkasa
Bermain bersama bintang-bintang
Melepas rasa penat ini
Menyentuh cahaya yang amat terang
Menemukan kembali rasa yang pernah hilang

Ah
Sudahlah
Ini hanya harapanku
Yang terukir dalam hati
Terus menggema dalam benak
Dan tertuang dalam lembaran curhat ini

Aku tau
Hidupku harus terus berlanjut
Aku harus menghadapi kenyataan
Manis, pahit, asam, asin, bahkan hambar pun
Semuanya jadi satu
Dan ku kan tetap berlari
Hingga garis finish.

Jumat, 07 Juli 2017

LANGIT

Langit selalu membuatku jatuh cinta.
Aku ingin selalu menatap langit.
Saat cerah maupun sedang mendung.
Langit penuh awan maupun langit penuh bintang.
Langit biru maupun langit jingga.
Matahari terbit, matahari terbenam.



Selasa, 13 Juni 2017

Berjuang Lagi

Usaha yang kurang maksimal tidak akan berbuah manis.
Apa yang kau tabur, itu yang kau tuai.
Kegagalan menghasilkan kesedihan.
Kejatuhan menghasilkan air mata.
Kesalahan menghasilkan penyesalan.

Ketika orang lain sudah mencapai garis finish mereka, kau masih harus berlari 'tuk mencapai garis finishmu yang masih jauh di depan.
Ketika orang lain sudah menikmati hasil kerja keras mereka, kau masih harus bekerja lebih keras lagi.
Ketika orang lain sudah beristirahat dengan tenang, kau masih harus berlelah-lelah dan berjuang.

Mungkin kau berpikir ini tidak adil,
Tapi cobalah berkaca lagi.
Lihatlah jauh ke dalam dirimu.
Introspeksi diri.

Kalau kau merasa sudah melakukan yang terbaik,
Jangan menyerah,
Berarti Tuhan punya rencana lain.

Percayalah bahwa tiap orang punya bagiannya masing-masing, yang telah ditetapkan oleh Tuhan.

Harapan itu sungguh nyata.
Harapan bukanlah topeng yang dipakai oleh keputusasaan.
Tetapi harapan adalah yang menjadi alasan kita berjuang.

Dan segala sesuatu akan indah pada waktunya.
Asal kau mau 'tuk terus berjuang lebih keras lagi
Tuhan mau melihat usahamu lebih dari ini.

Bangkitlah dari kejatuhanmu,
Coba lagi ketika kau gagal,
Dan ingatlah 'tuk belajar dari kesalahan.
Pasti kau bisa.
Ingat bahwa segalanya akan berakhir dengan indah.
Jika belum indah, maka itu bukanlah akhirnya.

Saat tiba waktumu
Maka kelak kau akan mengembangkan senyum yang amat lebar,
Sambil berkata, "Terimakasih Tuhan."

Hujan, Mentari, dan Pelangi

Rasa ini mampir lagi di relung hatiku Bagaikan hujan dan awan gelap menggumpal di langit Tak ada tempat 'tuk berteduh Seluruh diri mulai...